AUDIT SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
AUDIT SISTEM
INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
Pengertian Audit Sistem Informasi
Pengertian
Audit menurut Arens, et al. (2003) yang diterjemahkan oleh Kanto Santoso,
Setiawan dan Tumbur Pasaribu:
”Audit adalah proses pengumpulan
dan pengevaluasian bukti-bukti tentang informasi ekonomi untuk menentukan
tingkat kesesuaian informasi ekonomi tersebut dengan kriteriakriteria yang
telah ditetapkan, dan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut”.
Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang
sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk
menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis
komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya.
Dampak Komputer dalam audit
Pada
saat komputer pertama kali digunakan, banyak auditor mempunyai pemikiran bahwa
proses audit akan harus banyak mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan
penggunaan teknologi komputer. Ada dua utama yang harus diperhatikan dalam
audit atas pemrosesan data elektronik, yaitu pengumpulan bukti (evidence
collection) dan evaluasi bukti (evidence evaluation).
Proses keandalan pengumpulan bukti
dalam sebuah sistem yang terkomputerisasi seringkali akan lebih kompleks
daripada sebuah sistem manual. Hal ini terjadi karena auditor akan berhadapan
dengan keberadaan sebuah pengendalian internal pada sebuah sistem informasi
berbasis komputer yang kompleks karena teknologi yang melekat dan sangat
berbeda dengan pengendalian sistem manual. Sehingga sebuah sistem informasi
berbasis komputer secara alamiah mempunyai inherent risk yang lebih tinggi
dibandingkan dengan pemrosesan manual.
Sebagai contoh dalam sebuah proses
data memerlukan seperangkat pengendalian yang memang berbeda karena kondisi
alamiah yang melekatinya. Atau dalam proses pengembangan sebuah sistem, maka
diperlukan pengendalian lewat berbagai testing program yang mungkin tidak
ditemui dalam sistem manual. Untuk itu auditor harus mampu memahami
pengendaliannya untuk dapat memperoleh keandalan sebuah bukti yang kompeten.
Namun malangnya, memahami pengendalian dalam sebuah sistem yang berbasis
teknologi sangatlah tidak mudah. Perangkat keras maupun lunak terus berkembang
secara cepat seiring perkembangan teknologi. Sehingga selalu ada kesenjangan
waktu antara teknologi yang dipelajari oleh auditor dengan perkembangan
teknologi yang cepat. Sebagai contoh, dengan meningkatnya penggunaan transmisi
komunikasi data, maka auditor paling tidak juga harus memahami prinsip-prinsip
kriptografi (penyandian) dalam sebuah jaringan yang terintegrasi.
Bukti audit dalam sistem informasi
akuntansi berbasis komputer seringkali berupa angka-angka digital, dan
kadangkala sulit dalam penelusurannya karena tidak berbentuk fisik seperti di
lingkungan manual. Dokumen-dokumen konvensional (hardcopy) yang bersifat
verifiable evidence dan mengarah ke paperless office. Dokumen atau hardcopy
bukan lagi menjadi bagian utama untuk tujuan pencatatan. Dokumen-dokumen
tersebut digantikan dengan sinyal kode binarydigit dalam bahasa komputer yang
intangible.
Interaksi keahlian dalam Audit
Sistem Informasi
Audit
Sistem Informasi bukan hanya sekedar perluasan dari traditional auditing
(manual auditing). Kebutuhan akan audit sistem informasi beranjak dari dua hal,
yaitu: Pertama, auditor menyadari bahwa komputer berpengaruh dalam fungsi
atestasi yang mereka lakukan. Kedua, organisasi dan manajemen menyadari bahwa
sistem informasi komputer merupakan sumberdaya yang bernilai sehingga perlu
adanya pengendalian seperti halnya sumberdaya lain dalam organisasi.
Traditional Auditing memberikan
pengetahuan dan pengalaman tentang teknik pengendalian internal di sebuah
sistem informasi. Beberapa pengendalian yang dilakukan dalam audit tradisional
dapat dilakukan secara langsung dalam pengendalian di lingkungan PDE.
Metodologi umum untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti yang digunakan pada
lingkungan PDE berasal dari audit tradisional. Auditor yang berpengalaman dan
dengan tambahan pemahaman pengetahuan tentang komputer akan lebih mudah
menerapkan logika pengendalian internal yang tradisional ke basis computer.
Banyak kejadian ketika awal
penerapan sebuah sistem pemrosesan data elektronik terjadi banyak kecelakaan.
Seringkali memerlukan biaya yang sangat tinggi dan sering pula terjadi
kegagalan dalam pencapaian tujuan. Hal ini karena belum adanya manajemen sistem
informasi yang baik pada saat itu. Sebuah Information System Management akan
menghasilkan cara-cara penerapan sistem informasi berbasis komputer pada
perusahaan dengan lebih baik melalui tahap-tahap pengembangan sistem, seperti:
analisis sistem, perancangan sistem, programming, testing, implementation dan
kemudian operasional serta pemantauan dan evaluasinya.
Pengetahuan teknik mengenai ilmu
komputer sangat penting agar dapat menghasilkan kemampuan sistem informasi
berbasis komputer yang dapat digunakan untuk safeguard assets, integritas data,
efektifitas dan efisiensi. Teknologi komputer yang berkembang pesat dengan
munculnya e-commerce, e-business, dan sebagainya akan membawa pengaruh besar kepada
perkembangan teknologi informasi. Kegagalan penerapan sistem informasi berbasis
komputer di banyak organsiasi seringkali juga karena masalah perilaku
organisasional, yang terkadang sering diabaikan dalam pengembangan sistem
informasi. Kegagalan tersebut dikarenakan oleh adanya resistance to change yang
berasal dari pihak-pihak yang terkena dampak penerapan sistem informasi
berbasis komputer.
Penjelasan Audit Sistem Informasi
Simulasi
sejajar (parallel simulation) adalah suatu teknik audit yang membandingkan
pengolahan data yang dilakukan oleh dua program dengan tujuan untuk memperoleh
keyakinan bahwa kedua program tersebut menghasilkan keluaran yang sama
(identik). Data yang digunakan dalam pengujian ini bisa berupa data transaksi
yang sebenarnya ataupun data tiruan (dummy data). Kedua program dalam
simulasi paralel ini seharusnya sama, tentunya apabila belum ada modifikasi
terhadap program yang diperiksa. Dengan teknik simulasi paralel inilah auditor
dapat mengetahui apakah terjadi perubahan terhadap program yang tengah di
audit.
Dari kedua program yang
diperbandingkan tersebut, program yang pertama adalah program yang diuji oleh
auditor yang merupakan program yang biasa digunakan di dalam operasi. Program
ini disebut pula dengan istilah production program. Sementara itu
program yang kedua merupakan salinan program asli yang akan digunakan oleh
auditor. Salinan program tersebut biasanya disimpan di dalam di perpustakaan,
dan auditor memperolehnya dari kepala bagian kepustakaan (librarian).
o Pengujian dengan Data Simulasi
Teknik
ini dianggap paling efektif. Pemeriksa dapat langsung memeriksa sistim
pengolahan dengan menggunakan transaksi simulasi sebagai bahan pengujian.
Beberapa program aplikasi diuji kemampuannya dalam memproses data hingga dapat
diketahui apakah program berjalan secara benar atau ditemukan kesalahan atau
penyimpangan. Pemeriksa membuat simulasi pemrosesan dengan memanfaatkan program
yang disusun oleh pemeriksa, yaitu suatu model aplikasi yang dipakai secara
rutin. Hasil pemrosesan simulasi ini kemudian dibandingkan dengan hasil
pemrosesan sesungguhnya yang telah dilakukan oleh objek pemeriksaan. Dari hasil
perbandingan tersebut akan diketahui apakah program/sistem yang dipakai telah
benar atau terdapat kesalahan/penyimpangan.
o Tracing
Pentrasiran
(tracing) adalah suatu teknik audit yang memungkinkan bagi auditor untuk
melakukan penelusuran terhadap aplikasi PDE. Pemeriksa dapat melakukan
penelusuran terhadap suatu program/sistem aplikasi untuk menguji keandalan
kebenaran data masukan dalam pengujian ketaatan, pemeriksa mencetak daftar
instruksi program yang dijalankan sehingga dapat ditelusuri apakah suatu
instruksi telah dijalankan selama proses. Dari analisis terhadap hasil
pelaksanaan instruksi tersebut, auditor dapat memahami dan mengevaluasi
urutan-urutan (arus) dari suatu transaksi sebagaimana pentrasiran dalam sistem
pengolahan data secara manual.
Kebaikan Tracing
Kebaikan dari tracing adalah
sebagai berikut:
1.
Tracing memungkinkan bagi auditor untuk mengidentifikasikan apakah
suatu instruksi tertentu atau langkah-langkah pemrosesan suatu aplikasi
komputer telah dijalankan selama memproses transaksi tersebut. Bukti ini dapat
diuji ketaatannya dengan membandingkannya dengan kebijakan dan
prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.
2.
Tracing dapat digunakan baik pada data yang sebenarnya (live
data) maupun pada data uji (test data).
Kelemahan Tracing
Tracing juga mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut:
1.
Tracing mengharuskan auditor untuk hal-hal sebagai berikut:
a.
Untuk memahami bahasa pemrograman
dari program aplikasi satuan usaha yang diperiksanya.
b.
Untuk mempelajari rincian dari suatu
program.
c.
Untuk melaksanakan prosedur
penelusuran (trasir).
d.
Untuk menganalisis hasil-hasilnya
yang mungkin memakan waktu.
2.
Tracing dapat dikatakan mahal untuk digunakan karena banyaknya
waktu yang diperlukan oleh komputer dan auditor untuk menyelesaikan analisis
yang diperlukan. Oleh sebab itu sebaiknya teknik ini dilakukan bila sangat
diperlukan untuk menelaah kode dan eksekusi secara rinci.
o Mapping
Mapping merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menunjukkan
bagian mana dari suatu program yang dapat dimasuki pada waktu program tersebut
dijalankan. Hal ini dilakukan dengan menunjukkan bagian mana dari program
tersebut yang berfungsi dan bagian mana yang tidak dapat dijalankan. Dengan
cara ini dapat diperoleh keuntungan pemisahan kode komputer yang tidak
digunakan dan pemisahan bagian-bagian mana yang mungkin akan digunakan oleh
orang-orang yang tidak berhak.
Kebaikan dari mapping antara
lain adalah sebagai berikut:
1.
Begitu mapping dikembangkan
maka sangat mudah untuk diimplementasikan.
2.
Mapping menghubungkan auditor pada pernyataan-pernyataan program
yang tidak dijalankan (tidak dieksekusikan), yang mungkin berupa kode-kode yang
tidak dikehendaki seperti kode-kode yang tidak sah yang disisipkan oleh
pemrogram.
3.
Mapping dapat meningkatkan efisiensi operasi komputer melalui
identifikasi dan selanjutnya penghapusan kode yang tidak digunakan.
Sementara itu kelemahan utama teknik
ini adalah:
1.
Biaya untuk memperoleh piranti lunak
cukup tinggi.
2.
Waktu yang diperlukan cukup lama
untuk menggunakan teknik ini.
Kata embedded menyiratkan
adanya sesuatu yang dilekatkan pada sesuatu yang lain. Dalam embedded audit
modules suatu kode program tertentu yang dapat melaksanakan fungsi-fungsi
audit “dilekatkan” bersama dengan sistem PDE yang bersangkutan. Embedded
audit modules dapat berbentuk sebagai berikut:
-
Modul yang terdiri dari
prosedur-prosedur yang diaktifkan oleh auditor secara periodik. Sebagai contoh
misalnya modul pemilihan konfirmasi yang digabungkan dengan program pembebanan
(billing) secara bulanan.
-
Modul pemeriksaan yang memungkinkan
bagi auditor untuk secara terus-menerus memantau hal-hal tertentu dari suatu
program. Sebagai contoh misalnya modul audit yang memantau pelanggaran terhadap
pengendalian atau kesalahan yang melebihi batas yang dapat ditolerir. Teknik
yang biasanya digunakan adalah system control audit review file (SCARF)
dan sample audit review file (SARF).
-
Modul yang menggunakan
catatan-catatan transaksi yang diperluas (extended). Sebagai contoh
misalnya akumulasi dari seluruh transaksi yang berkaitan dengan akun pelanggan
tertentu selama suatu periode tertentu. Tujuannya adalah untuk menentukan bahwa
faktur, kredit dan pembayaran kasnya telah dicatat dan diakumulasikan dengan
benar.
-
Audit log, yaitu mekanisme pencatatan hasil observasi terhadap
operasi pengolahan data yang dimaksudkan untuk tujuan analisis. Pada
waktu-waktu tertentu auditor dapat menampilkan isi dari audit log
tersebut atau menggunakan komputer tersebut untuk melakukan analisis terhadap
data untuk tujuan penyelidikan.
Jenis-jenis data yang dapat
dikumpulkan dalam audit log antara lain adalah sebagai berikut:
a.
Usaha-usaha yang telah dilakukan
oleh seseorang untuk melanggar kata sandi (password).
b.
Akses terhadap file-file data secara
tidak sah.
c.
Usaha untuk mengakses file audit
log itu sendiri, dan sebagainya.
o Snapshot
Snapshot adalah suatu teknik yang “memotret” transaksi pada waktu
transaksi tersebut melewati sistem (diproses). Teknik ini memberikan peluang
bagi auditor untuk menelaah isi dari memori komputer atau unsur-unsur database
serta untuk menguji perhitungan seperti penyusutan dari berbagai metode yang
ada untuk beberapa jenis aktiva yang berbeda. ‘Potret’ tersebut kemudian
dicetak untuk dianalisis lebih lanjut oleh auditor yang bersangkutan.
Kebaikan Snapshot
Kebaikan dari snapshot adalah
sebagai berikut:
1.
Teknik ini membatasi cetakan (printout)
sehingga perhatian dapat dipusatkan pada data yang diperlukan saja.
2.
Teknik ini sangat membantu personil
sistem dan pemrograman dalam mencari atau memeriksa kesalahan (debugging)
suatu aplikasi.
3.
Teknik snapshot sangat
efektif apabila digunakan bersama-sama dengan teknik-teknik data uji, integrated
test facility atau tracing guna menentukan hasil dari pemrosesan
untuk setiap jenis pengujian transaksi yang dilakukan.
Kelemahan Snapshot
Beberapa kelemahan yang ada dalam
teknik snapshot adalah sebagai berikut:
1.
Agar dapat digunakan secara efektif,
teknik snapshot memerlukan tenaga profesional di bidang pengolahan data.
2.
Teknik snapshot mungkin agak
susah untuk mengantisipasikan seluruh kondisi dan logic yang sangat
penting dalam proses pemrograman.
3.
Teknik snapshot merupakan
pemrograman khusus sehingga mungkin memerlukan biaya yang cukup besar.
o Base Case System Evaluation
Base
Case System Evaluation (BCSE)
adalah teknik yang lebih menyeluruh dibandingkan dengan teknik data uji ataupun
teknik integrated test facility. Hal ini disebabkan karena BCSE
menggunakan bentuk data yang distandardisasikan (masukan, parameter dan keluaran)
dalam menguji suatu aplikasi komputer, baik sebelum maupun sesudah
implementasinya.
Istilah base-case menunjukkan
mengenai seperangkat pengujian transaksi yang menyeluruh, baik yang sah maupun
yang tidak, yang disiapkan oleh para pemakai dalam membantu auditor. Dengan
kata lain teknik ini menghendaki keterlibatan yang mendalam dari para pemakai.
Hal ini tentunya menimbulkan persoalan independensi pemeriksa, disamping
kelemahan lain seperti peningkatan biaya pengembangan sistem.
Kebaikan dari BCSE adalah sebagai
berikut:
1.
Karena partisipasi pemakai yang
besar dalam seluruh fase pengembangan maupun proses modifikasinya, aplikasi
komputer yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan pemakai sehingga kemungkinan
besar berfungsi sebagaimana dikehendaki. Hal ini juga akan meningkatkan
efektifitas dan mengurangi pemborosan.
2.
Karena adanya program yang built-in
untuk membandingkan file demi file serta kode, maka diperlukan usaha dan waktu
yang lebih sedikit untuk melakukan verifikasi sistem dengan hasil yang lebih
akurat. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan efektifitas dan pengurangan
pemborosan.
3.
Penggunaan data yang telah
distandardisasikan memungkinkan bagi auditor untuk menguji dan melakukan
verifikasi terhadap aplikasi komputer secara efisien.
o Job Accounting Analysis
Beberapa
produsen komputer mainframe juga menyediakan fasilitas pekerjaan
akuntansi, disamping sistem operasi. Dalam hal ini pekerjaan akuntansi bukan
berarti program aplikasi akuntansi seperti Dac Easy atau Bedford,
melainkan pengumpulan dan pemeliharaan pencatatan mengenai aktifitas dan
pemakaian sistem komputer. Dengan pencatatan ini dapat diperoleh informasi yang
dapat digunakan oleh bagian pembebanan kepada pelanggan (billing) atau
untuk melakukan evaluasi terhadap penggunaan sistem yang bersangkutan.
Bagi auditor, job accounting data
analysis dapat juga digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
1.
Untuk menguji jenis-jenis
pengendalian PDE tertentu seperti untuk menguji apakah hanya orang-orang yang
berhak saja yang dapat menggunakan program-program atau file-file data
tertentu.
2.
Untuk menentukan apakah terjadi atau
ada usaha untuk menggunakan terminal jarak jauh secara tidak sah (bukan oleh
mereka yang berhak).
3.
Untuk menentukan bahwa hanya
pekerjaan-pekerjaan yang sesuai (yang seharusnya) saja yang diproses serta
dengan menggunakan pita dan disk yang benar.
Kebaikan dari job accounting data
analysis adalah bahwa program ini menyediakan data dalam aktifitas sistem
komputer serta menyediakan sumber daya pengolahan data, disamping menyediakan
informasi bagi auditor mengenai bagaimana cara berfungsinya operasi pengolahan
data. Akan tetapi program ini juga memiliki kelemahan, yaitu auditor menjadi
tidak mampu untuk mengendalikan sumber data melalui fasilitas pekerjaan akuntansi
seperti manipulasi data atau manipulasi program.
Peranan Audit Sistem Informasi
Gambar
3
Proses
akuntansi secara komputerisasi
Sumber:
Lapowila dan Daniel (1997)
KESIMPULAN
Peranan Teknologi Informasi Terhadap
Audit Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi
dapat dilihat dari 3 sudut pandang yaitu:
1. Dilihat dari prosedur audit.
2. Dilihat dari pengendalian intern.
3. Dilihat dari teknik-teknik audit
dengan menggunakan teknologi informasi
Setiap sistem informasi akuntansi
melaksanakan lima fungsi utama, yaitu pengumpulan data, pemrosesan data,
manajemen data, pengendalian data (termasuk security), dan penghasil informasi.
Audit Sistem Informasi adalah sebuah
proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk
menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh
organisasi telah dapat mencapai tujuannya.
Comments
Post a Comment